Empat warga negara Malaysia dilaporkan hilang setelah banjir besar melanda wilayah Sumatera pada awal minggu ini. Keempat korban merupakan wisatawan yang tengah melakukan perjalanan wisata alam di salah satu kawasan pegunungan saat hujan ekstrem memicu banjir bandang dan meluapkan beberapa aliran sungai di daerah tersebut.
Menurut laporan resmi tim SAR, rombongan wisatawan tersebut berada di jalur trekking ketika air sungai tiba-tiba meluap dengan arus yang sangat deras. Pemandu wisata berhasil menyelamatkan sebagian anggota rombongan, namun empat orang tidak terlihat sejak arus banjir menerjang.
Upaya Pencarian Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal terus melakukan pencarian sejak laporan masuk. Proses pencarian melibatkan perahu karet, drone thermal, serta penyisiran darat di beberapa titik yang dianggap berbahaya karena endapan lumpur dan reruntuhan pohon.
Kepala Basarnas wilayah setempat menyatakan bahwa fokus utama tim adalah menyisir aliran sungai sepanjang 15 kilometer dari lokasi awal hilangnya para korban. Tim juga membagi regu pencari ke kawasan perbukitan yang rawan longsor.
Kondisi Cuaca Masih Buruk
BMKG mencatat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi turun hingga beberapa hari ke depan. Curah hujan ekstrem memicu meningkatnya debit sungai di beberapa kabupaten dan membuat sebagian jalur evakuasi sulit dilalui.
Petugas mengimbau agar wisatawan dan masyarakat setempat menghindari aktivitas luar ruang di sekitar sungai, air terjun, dan lereng berbatu yang berpotensi longsor.
Kedutaan Besar Malaysia Turun Tangan
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sudah berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk mempercepat proses pencarian. Perwakilan kedutaan mengirim tim monitoring dan membuka komunikasi langsung dengan keluarga korban di Malaysia.
Pemerintah Malaysia menyampaikan apresiasi atas respons cepat tim SAR Indonesia dan berkomitmen mendukung pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah
Banjir besar yang melanda Sumatera juga menyebabkan puluhan rumah rusak, akses jalan terputus, dan beberapa fasilitas umum tidak berfungsi sementara. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat dan membuka posko bantuan untuk warga terdampak.
Relawan lokal telah menyalurkan kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan.
Referensi & Bacaan Terkait
Tim SAR masih bekerja di lapangan dan perkembangan terbaru akan diumumkan begitu informasi tambahan tersedia.






