
News Ujung Bulu — Belasan rumah warga di Lingkungan Lembang, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan berat hingga sedang setelah diterjang angin puting beliung pada Rabu (12/2). Peristiwa itu menambah daftar kerusakan akibat cuaca ekstrem di wilayah Bulukumba, setelah dua hari sebelumnya bencana serupa juga melanda Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, yang menyebabkan puluhan rumah dan sebuah masjid rusak.
Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Abdul Haris, mengatakan bahwa fenomena angin puting beliung yang terjadi hampir beruntun ini merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang dipicu intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir. “Belasan rumah rusak di Ujungbulu hari ini. Sebelumnya ada 14 unit rumah warga dan satu masjid di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, juga rusak akibat diterjang angin kencang,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Makassar.
Selain permukiman warga, Haris mengungkapkan bahwa satu bangunan tempat kelompok tani rumput laut berk activities dan mengadakan rapat juga ikut mengalami kerusakan parah. Atap bangunan tersebut dilaporkan terlepas dan beberapa bagian strukturnya roboh setelah dihantam angin dengan kekuatan yang tidak biasa. Kondisi ini membuat aktivitas kelompok tani untuk sementara dihentikan sembari menunggu pendataan dan penanganan darurat dari pemerintah daerah.
Dampak angin puting beliung dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Muh Arfan Ali, pemilik rumah yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Ia menuturkan bahwa kejadian itu datang begitu tiba-tiba, tanpa tanda-tanda angin kencang dari jauh. Menurutnya, cuaca awalnya hanya mendung disertai gerimis, namun dalam hitungan menit suara gemuruh terdengar dari arah perbukitan dan disusul hembusan angin kuat yang memporak-porandakan atap rumahnya. “Tiba-tiba saja angin datang kencang sekali. Atap rumah langsung terangkat dan sebagian beterbangan. Kami hanya bisa lari menyelamatkan diri,” ujarnya mengenang kejadian tersebut.
Akibat hantaman angin tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding kayu, serta rangka bangunan yang patah. Beberapa warga juga melaporkan perabotan rumah tangga mereka rusak tertimpa material bangunan. Hingga Rabu sore, petugas BPBD bersama aparat kelurahan dan relawan masyarakat masih melakukan pendataan kerusakan serta membantu warga membersihkan sisa-sisa material yang berserakan.
BPBD Bulukumba juga telah mendirikan posko sementara di lokasi terdampak untuk memantau perkembangan cuaca sekaligus menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya. Abdul Haris mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, sesuai peringatan dini dari BMKG. Ia juga meminta warga untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda bahaya seperti angin kencang mendadak, suara gemuruh, atau getaran aneh yang kerap menjadi indikator awal terbentuknya pusaran puting beliung.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk kemungkinan penyaluran bantuan lebih lanjut, termasuk perbaikan rumah melalui skema bantuan sosial dan pemulihan pascabencana. Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material ringan saat insiden terjadi.
Kejadian beruntun ini menegaskan perlunya kesiapsiagaan lebih tinggi di wilayah-wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama pada masa puncak musim hujan yang biasanya berlangsung hingga memasuki bulan Maret. Pemerintah daerah berharap mitigasi cepat dan dukungan publik dapat meminimalkan risiko serta mempercepat pemulihan bagi warga yang terdampak.




