NEWS UJUNG BULU– Kabupaten Bulukumba kembali menjadi pusat perhatian nasional. Kali ini, bukan karena keindahan Tanjung Bira yang mendunia, melainkan karena dipercaya menjadi tuan rumah Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) yang digelar oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Kegiatan bergengsi ini resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 4 Oktober mendatang. Sebanyak 46 peserta dari tiga provinsi – Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara – hadir untuk mengikuti serangkaian materi dan praktik kepelatihan.
Hadir Tokoh-Tokoh Nasional Gerakan Pramuka
Acara pembukaan berlangsung khidmat di kawasan wisata Tanjung Bira. Tampak hadir Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Adnan Purictha Ichsan, yang secara resmi membuka kegiatan.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh nasional Gerakan Pramuka juga menyemarakkan acara, antara lain:
-
Yana Suptiana, M.Pd., Kepala Pusdiklatnas,
-
Laiyen Netto, Waka Kwarnas sekaligus konsultan kegiatan,
-
Lilis, Pimpinan Kursus (Pinsus),
beserta jajaran pelatih dari Kwarnas.
Kehadiran mereka menjadi bukti betapa pentingnya kegiatan ini sebagai ajang peningkatan kualitas kader pelatih pramuka di kawasan timur Indonesia.
Bulukumba Bangga Jadi Tuan Rumah
Ketua Kwarcab Bulukumba yang juga Wakil Bupati, Andi Edy Manaf, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, kepercayaan Kwarnas menunjuk Bulukumba sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan besar.

Baca Juga: Bawaslu Bulukumba Kawal Pilketos Serentak Siswa Belajar Demokrasi Sejak Dini
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami, terlebih karena untuk pertama kalinya Ketua Kwarda Sulsel hadir langsung dalam kegiatan kepramukaan di Bulukumba,” ungkapnya penuh syukur.
Atas nama pemerintah daerah, ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan menekankan pentingnya peran seorang pelatih.
“Pelatih adalah kunci lahirnya pembina berkualitas. Pembina yang berkualitas akan melahirkan generasi pramuka yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Edy.
Tanggung Jawab Seorang Pelatih
Dalam arahannya, Kepala Pusdiklatnas Yana Suptiana menekankan bahwa seorang pelatih memikul tanggung jawab ganda. Selain berfungsi sebagai pembina, mereka juga dituntut untuk menjadi pelatih yang konsisten menyalurkan pengetahuan dan keterampilan.
“Gugus Depan adalah laboratorium pembinaan. Seorang pelatih wajib memiliki Gugus Depan sebagai ruang praktik nyata dalam mendidik anggota pramuka,” ujarnya.
Pesan ini sejalan dengan visi Gerakan Pramuka untuk terus menghadirkan pembina yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.



