NEWS UJUNG BULU– Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, menegaskan pentingnya kehati-hatian dan sinergi dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba. Ia meminta seluruh pengelola program agar menjadikan berbagai persoalan di daerah lain sebagai pelajaran berharga, agar kesalahan serupa tidak terulang di Bumi Panrita Lopi.
Pesan tersebut disampaikan Edy Manaf saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan MBG bersama unsur Satuan Pelaksana Program Pemberian Gizi (SPPG), perwakilan DPRD Bulukumba, TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba.
Fokus pada Kualitas dan Keselamatan Anak
Dalam arahannya, Edy menekankan bahwa keberhasilan MBG bukan diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, melainkan kualitas, keamanan, dan dampaknya bagi anak-anak. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menjamin hak dasar setiap anak untuk memperoleh gizi yang layak.
Ia menilai, MBG memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan. Namun, kesalahan dalam pengelolaan — terutama dalam aspek kebersihan, distribusi, dan pengawasan — bisa berujung fatal dan mencederai kepercayaan publik.
Belajar dari Kasus di Daerah Lain
Peringatan Edy Manaf bukan tanpa alasan. Sejak program MBG digulirkan secara nasional, sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan mengalami kasus keracunan massal akibat makanan yang didistribusikan melalui program tersebut.
Menurut catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga September 2025 tercatat 6.452 kasus keracunan terkait pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Kasus tersebut disinyalir disebabkan oleh kurangnya pengawasan kualitas bahan pangan, standar kebersihan dapur yang tidak konsisten, serta proses distribusi yang tidak higienis.

Baca Juga: Kerja Bakti Massal di Ujung Bulu Jadi Momentum Bangun Budaya Bersih
Oleh karena itu, Edy Manaf menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum dan selama pelaksanaan MBG di Bulukumba.
“Kita harus belajar dari pengalaman di daerah lain. Jangan sampai niat baik pemerintah justru membawa dampak buruk karena kelalaian kecil. Kualitas dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Sinergi dan Partisipasi Publik
Wabup Edy juga menegaskan perlunya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat umum. Ia mengajak semua pihak untuk turut mengawasi dan memastikan pelaksanaan MBG berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Saya mengajak semua pihak — baik instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum — untuk bekerja sama. Mari kita kawal bersama program ini agar benar-benar sampai ke sasaran dan memberi manfaat nyata. Kita sukseskan MBG demi masa depan Bulukumba yang lebih baik,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap program MBG dapat menjadi contoh praktik baik dalam implementasi kebijakan nasional yang berpihak pada kesejahteraan anak



