, ,

Festival Phinisi XV 2025 Pererat Kerja Sama Antar Kabupaten di Sulsel

by -1034 Views

NEWS UJUNG BULU– Pantai Mandala Ria, Kabupaten Bulukumba, kembali menjadi pusat perhatian publik Sulawesi Selatan. Ribuan mata tertuju ke laut lepas, tempat deretan kapal phinisi nan megah berlayar gagah dalam balutan tradisi dan kemeriahan Festival Phinisi XV Tahun 2025.

Salah satu tamu kehormatan yang turut hadir dalam acara bergengsi ini adalah Wakil Bupati Jeneponto, H. Islam Iskandar, yang datang bersama rombongan untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya maritim terbesar di Tanah Sulsel tersebut.

Festival yang digelar setiap tahun ini bukan sekadar pesta rakyat. Lebih dari itu, ia menjadi simbol penghormatan terhadap warisan maritim Nusantara, khususnya kapal phinisi, karya agung masyarakat Bugis-Makassar yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Kehangatan dan Kekompakan Para Kepala Daerah

Kedatangan para tamu kehormatan disambut hangat oleh panitia dengan suasana yang penuh keramahan khas Bulukumba. Sebuah tenda khusus disiapkan di area utama bagi para Bupati, Wali Kota, dan Wakil Kepala Daerah beserta ibu, untuk beristirahat sembari menikmati santapan ringan.

Di ruang tunggu tersebut, suasana akrab dan santai terasa kental. Para kepala daerah saling bertukar cerita, bersenda gurau, dan berbagi pandangan mengenai pengembangan sektor pariwisata di daerah masing-masing. Di tengah hembusan angin laut yang menenangkan, pertemuan itu menjadi simbol persaudaraan dan kolaborasi lintas kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Jeneponto Hadiri Festival Phinisi XV 2025 di Pantai Mandala Ria Bulukumba - Rakyat Sulsel

Baca Juga: Disperindag Bulukumba Intensifkan Pemantauan Pasar Harga Beras dan Cabai Turun

Atraksi Spektakuler: Dari Parade Phinisi hingga Seni Tradisional

Puncak kemeriahan festival terlihat saat parade kapal phinisi menghiasi birunya laut Mandala Ria. Puluhan kapal tradisional berlayar beriringan, layaknya barisan raksasa kayu yang menari di ombak. Masing-masing kapal dihias dengan ornamen khas daerah, mencerminkan keindahan budaya dan semangat bahari yang telah turun-temurun dijaga masyarakat Bulukumba.

Selain parade laut, berbagai atraksi seni tradisional turut memukau penonton. Tarian kolosal yang menggambarkan kisah pelaut Bugis-Makassar, penampilan musik tradisional, hingga pameran produk unggulan daerah menambah semarak suasana. Aroma kuliner lokal seperti coto, ikan bakar, dan penganan khas pesisir pun menggoda para pengunjung yang memadati area festival.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tapi juga bentuk nyata pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kita menegaskan bahwa laut bukan batas, tapi penghubung antar daerah,” ujar Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, saat ditemui di sela acara.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.