, ,

Festival Pinisi XV Jadi Panggung Kopi Bulukumba Warga Bersiap

by -997 Views

NEWS UJUNG BULU– Bulukumba kembali menyiapkan langkah bersejarah. Dalam semangat merayakan warisan budaya dan menggeliatkan potensi lokal, Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) bersama komunitas, pelaku UMKM, dan berbagai brand lokal tengah mempersiapkan kegiatan minum kopi dengan gula aren oleh peserta terbanyak. Aksi kolosal ini akan menjadi bagian dari Festival Pinisi ke-XV, yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 25 Oktober 2025, dan menargetkan Rekor MURI dengan melibatkan 5.000 peserta.

Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga simbol kebersamaan, cinta tanah sendiri, dan dukungan terhadap produk lokal. Di tengah aroma kopi yang menggoda, ribuan cangkir akan diangkat bersama sebagai wujud rasa syukur dan kebanggaan masyarakat Bulukumba terhadap tanah kelahirannya yang subur dan kaya akan cita rasa.

Kopi Kahayya: Dari Lereng Pegunungan ke Panggung Nasional

Menurut Hendra Pachri, Ketua Badan Khusus Perwakilan KM Bulukumba Sulsel, kegiatan ini bukan hanya ajang pemecahan rekor, tetapi juga gerakan budaya untuk mengangkat identitas kopi lokal.

“Jangan hanya melihat kopi Kahayyanya, tapi Bulukumba adalah salah satu tempat dengan potensi kopi luar biasa di selatan Sulsel,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar Minggu, 5 Oktober 2025.

Kopi yang akan disajikan dalam acara tersebut adalah Kopi Kahayya, varietas khas Bulukumba yang tumbuh di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Dengan perpaduan karakter arabika dan robusta, kopi ini memiliki cita rasa unik—aroma harum yang lembut berpadu dengan sentuhan rasa manis alami dari gula aren.

Lebih istimewa lagi, penyajian kopi dilakukan dengan metode tubruk tradisional, cara minum kopi yang telah mengakar dalam keseharian masyarakat Bulukumba.

Gerakan Ekonomi dari Akar Budaya

Festival Pinisi Bulukumba Target Pecahkan Rekor MURI Minum Kopi Gula Aren Peserta Terbanyak - Bulukumbakab.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Bulukumba

Baca Juga: Polres Bulukumba Sampaikan Selamat dan Kue ke Kodim di HUT TNI

Festival kopi terbesar di Sulawesi Selatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal. Hendra menegaskan pentingnya pelaku usaha kopi—mulai dari warung kecil hingga kafe modern—mengutamakan biji kopi lokal Bulukumba dalam setiap seduhannya.

“Harusnya usaha yang bergerak di dunia kopi menggunakan kopi lokal, agar mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya tegas.

Tak hanya Kahayya, kopi Bulukumba juga tumbuh di berbagai wilayah lain seperti Borong Rappoa (Kindang), Kajang, hingga Bulukumpa, masing-masing dengan cita rasa dan kisahnya sendiri. Dari pegunungan berkabut hingga desa pesisir, aroma kopi Bulukumba merepresentasikan keberagaman karakter dan semangat warganya—kuat, hangat, dan bersahaja.

Apresiasi dari Pemerintah: Pariwisata dan Kopi Jadi Satu Nadi

Dukungan penuh datang dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba. Perwakilan Disparpora, Ahmad Rijal, menyebut kegiatan ini selaras dengan arah pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, apalagi jika nanti berhasil memecahkan rekor MURI. Suatu kebanggaan bagi masyarakat Bulukumba ikut serta, karena Bulukumba memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas,” ujarnya.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.