NEWS UJUNG BULU– Suasana riuh penuh semangat menyelimuti halaman SDN 221 Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, saat ratusan siswa sekolah dasar menampilkan bakat dan kecintaannya terhadap bahasa daerah dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan. Kegiatan yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ujung Bulu ini berlangsung meriah dan penuh makna, menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
FTBI kali ini diikuti oleh sekitar 184 peserta dari 23 sekolah dasar se-Kecamatan Ujung Bulu, dengan berbagai cabang lomba yang mengangkat bahasa dan sastra daerah, seperti membaca puisi, pidato, bercerita, dan menulis dalam bahasa ibu. Setiap peserta tampil penuh percaya diri, menunjukkan bahwa semangat untuk melestarikan bahasa daerah masih hidup di dada generasi muda Bulukumba.
Menumbuhkan Cinta dan Bangga Berbahasa Daerah
Ketua K3S Kecamatan Ujung Bulu, Kaharuddin Sulthan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan FTBI sebagai sarana untuk memperkuat identitas dan karakter bangsa melalui bahasa ibu.
Kaharuddin juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menggali potensi, mengasah keterampilan berbahasa, serta memperkuat apresiasi terhadap sastra daerah. Ia berharap, FTBI dapat menjadi langkah awal yang menuntun para peserta menuju panggung-panggung yang lebih tinggi di tingkat kabupaten hingga provinsi.
“Selain sebagai media pelestarian budaya, FTBI juga berfungsi sebagai sarana seleksi bagi peserta yang nantinya akan mewakili Kecamatan Ujung Bulu di tingkat kabupaten, bahkan provinsi,” tambahnya.
Kebanggaan SDN 221 Tanah Kongkong Menjadi Tuan Rumah

Baca Juga: Festival Phinisi XV 2025 Pererat Kerja Sama Antar Kabupaten di Sulsel
Kepala SDN 221 Tanah Kongkong, Hj. Suyatmi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan bergengsi ini.
Menurutnya, pelaksanaan FTBI tidak hanya menumbuhkan semangat berkompetisi sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi antar sekolah dan memperkuat peran guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis budaya lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan guru, orang tua, dan pemerintah. Dengan begitu, semangat pelestarian bahasa ibu akan semakin mengakar di lingkungan sekolah,” imbuhnya.
Rangkaian lomba berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta dan dukungan penuh dari para guru pendamping. Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri, panitia akhirnya menetapkan SDN 24 Salemba sebagai Juara Umum I, SDN 265 Bintarore sebagai Juara Umum II, dan SDN 181 Tanah Kongkong sebagai Juara Umum III.
Penyerahan piagam penghargaan dan trofi kemenangan berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebanggaan. Tepuk tangan dan sorak gembira dari peserta serta guru pendamping menambah semarak acara penutupan.



