
Kanit Provost Polsek Ujung Bulu Ditikam OTK, Alami Luka Serius di Seluruh Tubuh
News Ujung Bulu – Insiden penikaman terhadap aparat kepolisian kembali terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kanit Provost Polsek Ujung Bulu, Aiptu Syamsuddin (48), harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar setelah menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut menimbulkan luka serius di sejumlah bagian tubuhnya akibat sabetan dan tusukan senjata tajam jenis badik.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, ketika Aiptu Syamsuddin diduga berupaya menghadang pelaku yang tengah dicurigai melakukan tindak kejahatan. Dalam posisi tanpa senjata dan hanya mengandalkan tangan kosong, Syamsuddin terlibat pergumulan dengan pelaku. Pergulatan tersebut berakhir tragis ketika pelaku mengayunkan badik secara membabi buta ke arah tubuh korban.
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengungkapkan bahwa korban mengalami sejumlah luka serius akibat serangan tersebut. Menurutnya, kondisi fisik korban menggambarkan bagaimana Aiptu Syamsuddin berusaha bertahan dan melawan dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.
“Luka di bagian paha, punggung, siku, lutut, dan betis. Tangan korban juga mengalami sobekan cukup dalam karena ia berusaha menahan serangan badik dengan tangan kosong. Saat bergumul, korban berupaya merebut dan menghalau serangan sehingga beberapa luka timbul akibat kontak langsung dengan senjata tajam,” jelas Kapolres.
Restu menambahkan bahwa meski mengalami luka cukup banyak dan berpotensi membahayakan, kondisi Aiptu Syamsuddin kini berangsur stabil. Tim medis di RS Bhayangkara Makassar terus memantau perkembangan kesehatannya. Korban telah sadar dan mampu berkomunikasi, meski keterangannya belum dapat diminta secara penuh karena kondisi fisik yang masih lemah.
Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penikaman tersebut. Polres Bulukumba telah membentuk tim khusus untuk menelusuri rekaman CCTV, memeriksa saksi-saksi, dan menelusuri kemungkinan pelaku merupakan residivis yang sedang beraksi saat kejadian.
Kapolres menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat merupakan perbuatan kriminal yang tidak akan ditoleransi. Ia berkomitmen menangkap pelaku sesegera mungkin.
“Kami akan mengungkap kasus ini secepatnya. Serangan kepada petugas adalah tindakan yang sangat serius. Kami meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait pelaku agar segera melapor,” ujarnya.
Reaksi Masyarakat dan Lingkungan Polsek
Insiden ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan sesama personel kepolisian di Polsek Ujung Bulu. Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan memeriksa jejak pelaku. Masyarakat sekitar pun menyatakan keterkejutannya karena insiden semacam ini jarang terjadi di wilayah pemukiman yang selama ini relatif aman.
Warga sekitar lokasi kejadian menggambarkan Aiptu Syamsuddin sebagai sosok polisi yang ramah dan dekat dengan masyarakat. Beberapa warga mengaku sering melihat korban membantu menyelesaikan konflik kecil di lingkungan sekitar.
Pengamanan Wilayah Diperketat
Pasca kejadian, kepolisian memperketat patroli di wilayah Ujung Bulu terutama pada malam hari. Upaya ini dilakukan untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus meminimalisir potensi tindakan kriminal yang serupa.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hari, serta melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan di lingkungan mereka.
Harapan untuk Pemulihan Korban
Meski luka-lukanya cukup banyak dan dalam, tim medis menyampaikan bahwa Aiptu Syamsuddin memiliki peluang besar untuk pulih total berkat penanganan cepat dan kecakapan tim dokter. Namun, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang mengingat banyaknya luka tusuk dan luka robek yang harus ditangani.
Rekan-rekan sesama polisi serta masyarakat Bulukumba menyampaikan doa dan dukungan untuk kesembuhan korban, sekaligus berharap pelaku penyerangan segera tertangkap.




