, ,

Petani di Bulukumba Tewas Ditembak Keponakan Gara-Gara Cekcok Keluarga

by -1195 Views

NEWS UJUNG BULU– Suasana duka menyelimuti Dusun Usa, Desa Lembang Lohe, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, setelah seorang petani bernama Utto (55) tewas akibat tertembak senapan angin oleh keponakannya sendiri, AP (36).

Peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, tepat di depan rumah pelaku yang masih satu lingkungan dengan korban. Menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika Utto datang dengan membawa parang dan melampiaskan kemarahannya di depan rumah AP.

Kronologi Kejadian

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, menjelaskan bahwa korban datang dalam keadaan emosi dan sempat menghunus parang di depan istri AP. Melihat hal itu, AP panik lalu bergegas mengambil senapan angin miliknya.

“Pelaku melihat korban marah-marah dan hendak memarangi istrinya, sehingga spontan mengambil senapan angin dan menembak. Peluru mengenai bagian perut korban,” ungkap Restu.

Utto yang mengalami luka tembak langsung dilarikan keluarganya ke puskesmas terdekat. Namun, nyawanya tidak terselamatkan. Kematian tragis ini membuat warga sekitar geger karena korban dan pelaku dikenal sebagai paman dan keponakan yang sehari-hari bertetangga.

Pelaku Sempat Kabur

Setelah mengetahui pamannya meninggal dunia, AP dilaporkan langsung melarikan diri. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkapnya di wilayah Kecamatan Herlang sekitar pukul 23.30 WITA atau lima jam setelah peristiwa penembakan.

Kini, AP diamankan di Mapolres Bulukumba untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami penyebab utama pertengkaran yang memicu insiden tersebut.

Jerat Hukum Menanti

Petani di Bulukumba Tewas Ditembak Ponakan gegara Cekcok, Pelaku Ditangkap

Baca Juga: Bupati Bulukumba Resmi Tutup Liga Pelajar Indonesia Wilayah V 2025

Atas perbuatannya, AP dijerat dengan Pasal 351 KUHP ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Jika terbukti bersalah, ia terancam pidana penjara maksimal tujuh tahun. Sementara itu, jenazah Utto dibawa ke Makassar, sekitar 180 kilometer dari Kajang, untuk dilakukan otopsi oleh tim Forensik Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Sulsel.

Konflik Keluarga yang Berujung Tragis

Kasus ini menambah daftar panjang tragedi keluarga yang berakhir dengan tindak pidana. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, apalagi menggunakan senjata, baik tajam maupun senapan angin.

“Setiap masalah sebaiknya diselesaikan secara musyawarah. Jangan sampai emosi sesaat merenggut nyawa orang lain, apalagi masih ada hubungan keluarga dekat,” pesan AKBP Restu.

Warga sekitar berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar konflik keluarga tidak lagi berujung pada tragedi. Kini, keluarga besar korban masih diselimuti duka mendalam, sementara pelaku harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.