Ironi di Balik Tali Kekerasan: Remaja di Bulukumba Disiksa Ayah Kandung Demi Seekor Sapi
NEWS UJUNG BULU– Dusun Pammolongan, Desa Lembang, Kajang, Bulukumba, yang biasanya tenang oleh hamparan hijau dan ternak sapi, kini gempar oleh sebuah kisah pilu yang menyayat hati. Sebuah peristiwa yang mengubur dalam-dalam nilai-nilai kemanusiaan dan ikatan keluarga terjadi di sana pada sebuah Minggu kelam, 24 Agustus 2025. Sorotan kini tertuju pada seorang remaja berusia 15 tahun, berinisial S, yang justru merasakan siksaan paling pedih dari orang yang seharusnya menjadi pelindung utamanya: ayah kandungnya sendiri.
Akar Kemarahan: Sapi yang Tak Masuk Kandang
Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, insiden mengerikan ini berawal dari sebuah alasan yang bagi banyak orang sulit dicerna: seekor sapi yang tidak digiring masuk ke kandang. PN (44), sang ayah, diduga murah hingga hilang akal melihat ternak sapinya belum dipindahkan. Amarah yang seharusnya bisa diselesaikan dengan teguran, justru berubah menjadi ledakan kekerasan brutal.
Kayu dan bambu menjadi alat pelampiasan amukannya. Tanpa ampun, pria berusia 44 tahun itu menghujani tubuh anak kandungnya sendiri dengan pukulan. Lebih tidak manusiawi lagi, setelah memukuli, PN mengikat korban dan membiarkannya dalam kondisi terikat sepanjang malam, hingga keesokan paginya. Sebuah siksaan fisik dan psikologis yang meninggalkan luka mendalam, bukan hanya di tubuh remaja itu, tetapi juga di sanubari setiap orang yang mendengarnya.
Solidaritas Warga dan Respons Cepat Aparat

Baca Juga: Polisi Ringkus 3 Remaja Pencuri Tabung Gas di Bulukumba 1 Tersangka Sembunyi di Plafon
Bangkitnya solidaritas masyarakat setempat menjadi titik terang dalam tragedi ini. Warga yang mengetahui kejadian itu tidak tinggal diam. Mereka segera melaporkan tindakan kekejaman tersebut kepada kepolisian. Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kajang bersama Satreskrim Polres Bulukumba langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Tim gabungan ini berhasil membebaskan S dari ikatan dan kondisi menyedihkannya. Korban yang penuh luka segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk mendapatkan perawatan medis. Iptu Muhammad Ali sendiri turun langsung mengawal perjalanan korban bersama tim medis menggunakan ambulans Puskesmas Lembanna.
Pengakuan korban saat pemeriksaan mengungkap potret buram kehidupan keluarganya. Selama ini, S hanya tinggal berdua dengan ayahnya setelah orang tuanya bercerai. Kesendirian dan kondisi keluarga yang tidak utuh ini diduga menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan dan ledakan emosi tidak terkendali dari PN.
Pasca kejadian, pelaku kabur dari rumahnya dan hingga berita ini diturunkan, PN masih dalam status buron (buronan). Meski demikian, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan secara resmi telah menetapkan PN sebagai tersangka. Penyidik pun telah mengantongi barang bukti yang kuat untuk menjeratnya.



